Sunday, 5 June 2016

JODOH, DIPILIH ATAU MEMILIH?

~ Sebuah Ringkasan ~
PERTAMA: Satu hal yang seringkali dilupakan oleh banyak wanita adalah bahwa kemuliaan wanita tidak bergantung pada laki-laki yang mendampinginya. Tahu darimana?
KEDUA: Bagaimana pandangan tentang jodoh?
Bicara jodoh adalah bicara tentang hal yang jauh: akhirat, surga, ridha Allah, bukan semata-mata dunia.
KETIGA: Bagaimana tentang nasib dalam perjodohan?
Jodoh itu sudah tertulis. Tidak akan tertukar. Yang kemudian menjadi ujian bagi kita adalah bagaimana cara menjemputnya.
Beda cara, beda rasa. Dan tentu saja, beda keberkahannya.
KEEMPAT: Bagaimana tentang hal nafkah rezeki?
Dalam hal rezeki, urusan kita adalah bekerja. Soal Allah mau meletakkan rezeki itu dimana, itu terserah Allah. Begitupun jodoh, urusan kita adalah ikhtiar. Soal Allah mau mempertemukan dimana, itu terserah Allah.
KELIMA: Bagaimana cara menjemput jodoh?
Cara Allah memberi jodoh tergantung cara kita menjemputnya. Satu hal yang Allah janjikan, bahwa yang baik untuk yang baik. Maka, mengupayakan kebaikan diri adalah hal utama dalam ikhtiar menjemput jodoh.
KEENAM: Bagaimana tentang taaruf?
Dalam urusan jodoh, ta’aruf adalah proses seumur hidup.
Rumus terpenting: Jangan berekspektasi berlebihan dan jangan merasa sudah sangat mengenal sehingga berhak menafsirkan perilaku pasangan.
KETUJUH: Bagaimana cara mengenali calon pasangan yang baik?
Salah satu cara efektif mengenali calon pasangan yang baik adalah melihat interaksinya dengan empat pihak, yakni interaksinya ke Allah, ibunya, teman sebayanya, dan anak-anak.
KEDELAPAN: Seperti apa bentuk ikhtiar wanita?
1. Meminta kepada walinya, sebab merekalah yang punya kewajiban menikahkan.
2. Meminta bantuan perantara, misal guru, teman, dll. Tapi pastikan perantara ini tidak memiliki kepentingan tertentu yang menyebabkannya tidak objektif.
3. Menawarkan diri secara langsung. Hal ini tidak dilarang oleh syariat. Bisa dilakukan dengan menemuinya langsung atau melalui surat dengan tulisan tangan. Konsekuensinya satu: Ditolak. Tapi itu lebih baik daripada digantung.
KESEMBILAN: Bagaimana jika ada pria yang datang pada wanita, menyatakan rasa suka, tapi meminta ditunggu dua atau tiga tahun lagi? Perlukah menunggu?
Sabar itu memang tidak ada batasnya. Tapi ada banyak pilihan sabar.
Silakan pilih: Mau sabar menunggu, atau sabar dalam merelakannya berlalu.
Satu hal yang pasti, tidak ada jaminan dua tiga tahun lagi dia masih hidup.
Pun tidak ada jaminan kita bisa menuntut jika dia melanggar janjinya, kecuali dia mau menuliskan janjinya dengan tinta hitam diatas kertas putih bermaterai.
KESEPULUH: Bagaimana jika ada pria yang jauh dari gambaran ideal seorang pangeran tapi shalih datang melamar? Bolehkah ditolak?
Tanyakan pada hatimu: Mana diantara semua faktor itu yang paling mungkin membawamu dan keluargamu ke syurga?
Sekian.
Semoga bermanfaat.
oleh ust Salim A. Fillah sebagaimana yang disampaikan di masjid UI Depok.

Thursday, 2 June 2016

Mengapa Orang Kafir Masuk Neraka Meskipun Suka Berbuat Baik? Ini Jawaban Dr Zakir Naik

Salah satu keyakinan dalam Islam adalah orang kafir, meskipun suka berbuat baik, ia akan masuk neraka dan kekal di dalamnya. Apalagi jika sudah kafir lantas memusuhi dan memerangi Islam.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻭَﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴﻦَ ﻓِﻲ ﻧَﺎﺭِ ﺟَﻬَﻨَّﻢَ ﺧَﺎﻟِﺪِﻳﻦَ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻫُﻢْ ﺷَﺮُّ ﺍﻟْﺒَﺮِﻳَّﺔِ
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk” (QS. Al Bayyinah: 6)


Dr Zakir Naik pernah ditanya tentang prinsip tersebut. Karena yang bertanya adalah non muslim, ahli perbandingan agama itu pun menggunakan analogi untuk menjelaskannya.
“Saudara, jika kita mengikuti ujian, misalnya aku ujian ke perguruan tinggi, ada enam ujian yang harus kuikuti: sains, matematika, bahasa Inggris, bahasa India, sejarah dan geografi, aku harus lulus semuanya. Jika aku mendapat nilai 100 dalam lima mata pelajaran tapi dalam satu pelajaran, sains, aku mendapat nilai 20, apakah aku akan lulus? Aku akan gagal,” kata Dr Zakir Naik.
“Jadi sama seperti itu, persyaratan untuk pergi ke surga yang pertama kau harus memiliki iman, kemudian amal saleh, mengajak orang lain kepada kebenaran dan menasehati orang lain agar bersabar.
Kau mungkin orang yang baik, kau mungkin bersedekah dan sebagainya, tapi jika kau tidak punya iman, jika kau tidak beriman kepada Tuhan yang Maha Esa, jika kau tidak menyembah Sang Pencipta yang sejati, kau gagal dalam ujiannya.
Jadi agar engkau lulus, kau harus lulus dalam keempat persyaratan ini: iman kepada Tuhan yang Maha Esa, jangan menyembah berhala, tidak beriman kepada tuhan yang salah. Yang kedua, melakukan amal kebaikan. Yang ketiga, mengajak orang lain dalam jalan kebenaran (dakwah). Yang keempat, menasehati orang lain agar bersabar.
Jika kau tidak beriman kepada Tuhan yang Maha Esa dan kau menyekutukanNya, maka kau tidak lulus dalam ujian akhirat. Kau gagal.”

Wednesday, 1 June 2016

Jawaban Jin Atas “Fabiayyi ‘Aalaa’i Rabbikumaa Tukadzdzibaan” Membuat Rasulullah Kagum

Kalimat “Fabiayyi ‘aalaa’i Rabbikumaa Tukadzdzibaan” (فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ) diulang sampai 31 kali dalam Surat Ar Rahman.
فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”
Kalimat ini ditujukan kepada manusia dan jin sehingga menggunakan kata Rabbikuma (رَبِّكُمَا) yang artinya “Tuhan kamu berdua”. Menyadari ditujukan kepada mereka, setiap kali dibacakan ayat-ayat ini jin menjawab dengan jawaban yang membuat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kagum.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengutip hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah membacakan surat Ar Rahman di hadapan sahabat-sahabat beliau. Kemudian beliau bersabda:
مَالِيْ أَسْمَعُ الْجِنَّ أَحْسَنُ جَوَابًا لِرَبِّهَا مِنْكُمْ
“Mengapa aku mendengar jin lebih baik jawabannya kepada Tuhannya daripada kalian?”
Kemudian mereka bertanya, “Bagaimana jawabannya, wahai Rasulullah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam lantas bersabda:
مَا أَتَيْتُ عَلَى قَوْلِ اللَّهِ تَعَلَى فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ اِلَّا قَالَتِ الْجِنُّ لَا بِشَيْءٍ مِنْ نِعَمِ رَبِّنَا نُكَذِّبُ
Tidak sekali-kali aku sampai pada firman-Nya, “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan” melainkan jin menjawab, “Tiada satu nikmat-Mu pun wahai Tuhan kami yang kami dustakan”
Inilah jawaban jin yang membuat Rasulullah kagum. Setiap kali dibacakan
فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”
Mereka menjawab
لَا بِشَيْءٍ مِنْ نِعَمِ رَبِّنَا نُكَذِّبُ
“Tiada satu nikmat-Mu pun wahai Tuhan kami yang kami dustakan”
Wallahu a’lam bish shawab.

10 Tips Sehat Selama Ramadhan

Ramadhan segera datang. Segera persiapkan diri guna meraih berkah Ramadhan. Nah, bagaimana caranya. Yuk, simak 10 tips berikut:
 1. Berbukalah dengan kurma
Kurma merupakan makanan manis yang sangat penting untuk mengisi energi setelah melewatkan 12 jam lebih berpuasa. Kurma kaya akan serat yang dapat mengatur pencernaan Anda. Kurma juga kaya akan magnesium dan potasium.
2. Banyak minum air
Ramadhan tahun ini akan menjadi puncak musim panas. Pastikan Anda cukup minum usai buka puasa sehingga Anda tidak kehausan atau dehidrasi di keesokan harinya. Minumlah delapan gelas air usai buka puasa hingga jelang sahur.
3. Hindari kehausan
Hindari makanan asin, seperti makanan kaleng atau olahan, kacang-kacangan, dan asinan, karena makanan tersebut dapat menambah rasa haus selama Anda berpuasa. Juga hindari makanan yang terlalu pedas. Makanlah lebih banyak buah dan sayuran segar untuk mencegah rasa haus Anda.
4. Berbukalah dengang perlahan
Awali dengan kurma, air, serta sup, semangkuk salad, kemudian makanan utama. Bila Anda merasa kenyang setelah makan salad, Anda dapat istirahat sebentar untuk melanjutkan makanan selanjutnya. Makan yang berlebihan dapat mengakibatkan sakit perut dan kembung, hal ini merupakan kebiasaan yang umum dilakukan saat bulan Ramadhan.
Berbukalah dengan sup hangat agar menyamankan perut seusai seharian berpuasa, isi kembali tubuh Anda dengan cairan guna membantu mempersiapkan sistem pencernaan.
5. Pastikan Anda memiliki semua kelompok makanan.
Ketika buka puasa, Anda harus memiliki sumber biji-bijian, protein, sayur mayur, buah-buahan, dan lemak tak jenuh.
6. Tentukan pilihan makan sehat
Pilih biji-bijan, daging tanpa lemak, dada ayam, ikan, minyak zaitun secukupnya dan buah-buahan termasuk jus buah-buahan. Hindari makanan yang digoreng, dan makanan dengna lemak berlebih.
Daging, kacang-kacangan, telur, dan susu kaya akan protein. Pastikan Anda mempunyai setidaknya salah satu dari sumber makanan di setiap makanan yang tersaji di bulan Ramadhan sebab protein sangat penting bagi sel-sel di dalam tubuh Anda. Sumber protein tersebut juga akan membuat Anda cepat kenyang sehingga mengurangi godaan untuk makan manisan yang berlebih.
7. Hindari makanan asin dan dan manis
Mengonsumsi makanan yang terlalu manis setelah berbuka puasa akan membuat kembung yang mengakibatkan melambatnya proses pencernaan. Hal tersebut juga dapat tingkat gula darah fluktuatif, yang dapat meningkatkan hasrat mengonsumsi makanan yang lebih manis. Itulah mengapa, ada anjuran mengonsumsi makanan manis yang cukup 2-3 jam setelah berbuka puasa.
Sulit untuk menolak makanan manis di bulan Ramadhan. Untuk menghindari konsumsi kalori yang berlebih, puaskan diri dan nikmati bersama keluarga Anda makanan lezat dan kreatif sementara memastikan Anda selalu berlatih mengontrol porsi dan makanan secukupnya.
Makanan yang terlalu asin, pedas, dan makanan olahan akan membuat anda dehidrasi pada puasa di hari berikutnya. Tubuh dapat mencerna makaknan yang mengandung gula lebih cepat, dan nantinya akan membuat Anda lapar lebih cepat.
8. Hindari kopi
Jika Anda peminum kopi, cobalah kurangi konsumsi kopi dua minggu menjelang Ramadhan guna menghindari sakit kepala dan rasa kantuk.
9. Bagilah makanan Anda
Makan tiga kali masih menjadi hal penting dalam bulan suci: buka puasa, makan malam, dan sahur. Ini dapat membantu Anda menghindari cemilan berkelanjutan selama waktu Anda tidak berpuasa.
Bagilah makanan utama ke dalam tiga bagian. Pertama, separuh piring terisi dengan karbohidrat yang kompleks, separuh dengan daging rendah lemak atau daging lainnya, dan separuh sisanya tuangkan sayur mayur. Hal ini akan memastikan Anda menjaga kesehatan dengan makanan yang sehat pula.
10. Olah raga
Lengkapi dengan olah raga dalam rutinitas keseharian Anda selama Ramadhan karena sangat menguntungkan. Olah raga akan membantu Anda mengatur kesehatan tubuh dan pola hidup.
Jika Anda adalah seorang atlet yang terbiasa olah raga berat, Anda masih dapat mengatur kesehatan tubuh dan pola hidup Anda dengna cara menggabungkan sesi latihan Anda beberapa saat sebelum waktu berbuka puasa. Pastikan segera takaran kelembaban atau hidrasi usai Anda berolah raga dan makan perlahan untuk mengisi cairan dan nutrisi. Cobalah berlatih sekitar 1-2 jam setelah Anda berbuka puasa.

Muslimah Penjaga Nasi Uduk Babi Buncit Sempat Ditawari Pindah Kerja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam beberapa hari terakhir, di dunia maya beredar gambar penjual nasi uduk berlauk utama babi buncit menggunakan kerudung di Lippomall Puri, Jakarta. Sempat beredar kabar, penjual tersebut bukanlah seorang muslimah.
Namun, salah seorang netizen, Hanny Kristianto, membantah kabar tersebut. Menurutnya, penjaga stand nasi uduk babi buncit itu adalah seorang muslim. Perempuan itu bekerja untuk penjual nasi uduk babi buncit, yang memang umat kristiani.
''Pemiliknya Oey Cecilia dan Tommy. Mereka penganut kristen, tapi bukan kristen Orthodox. Mereka tinggal di Green Garden (Jakarta Barat),'' ujar Hanny saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (24/5).
Hanny pun menuturkan, muslimah yang menjaga stand tersebut sudah bekerja dengan keluarga Oey Cecilia sebagai asisten rumah tangga. Muslimah tersebut, lanjut Hanny, sudah bekerja cukup lama dengan keluarga Oey Cecilia.
"Sebelumnya, saudara kita itu menjaga anak-anaknya. Tapi sekarang, karena anak-anaknya sudah besar, dia diminta bantu-bantu untuk jualan,'' tutur Hanny, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Mualaf Center Indonesia.
Hanny pun mengakui, stand nasi uduk babi buncit itu memang hanya buka dari Jumat hingga Ahad. Stand nasi uduk babi buncit itu melayani jemaat gereja, yang memang berada di dekat mall tersebut. Selain di Lippomall Puri, stand nasi uduk babi buncit juga ada di Duta Garden.
Dalam melakukan pekerjaannya, muslimah itu memang mengungkapkan berbagai syarat, termasuk tidak menyentuh babi secara langsung dan mencuci piring. Ini pun sudah disetujui oleh keluarga Oey.
Hanny mengungkapkan, sebenarnya sudah ada beberapa pihak yang menawari pekerjaan lain terhadap penjaga stand nasi uduk babi buncit itu. Bahkan, dengan tawaran gaji mencapai 3,5 juta per bulan. Namun, hingga saat ini belum ada jawaban dari muslimah tersebut.
''Sudah ada beberapa saudara kita yang menawari pekerjaan lain. Tapi ya memang tidak semudah itu, kalau pekerjaan asisten rumah tangga kan sebenarnya cocok-cocokan. Dan mungkin saudara kita ini sudah merasa cocok,'' tuturnya.